Informasi Tanaman

DAUN KELOR

Moringa oleifera Lam.

Kelor berasal dari kaki Pegunungan Himalaya, India bagian utara, lalu menyebar ke negara tropis termasuk Indonesia. Dijuluki "Miracle Tree"/"Pohon Ajaib" karena kandungan gizinya sangat tinggi. Merupakan pohon kecil yang dapat tumbuh 7–12 meter, berdaun majemuk kecil berbentuk bu...

Kelor berasal dari kaki Pegunungan Himalaya, India bagian utara, lalu menyebar ke negara tropis termasuk Indonesia. Dijuluki "Miracle Tree"/"Pohon Ajaib" karena kandungan gizinya sangat tinggi. Merupakan pohon kecil yang dapat tumbuh 7–12 meter, berdaun majemuk kecil berbentuk bulat telur, hijau cerah, dengan bunga putih kekuningan yang harum.

Baca selengkapnya
Foto Tanaman Foto DAUN KELOR
Model 3D OBJ

Eksplorasi Informasi Lengkap:

Bersifat manis dan netral; berkhasiat menambah nutrisi, memperkuat tubuh, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Kaya vitamin, mineral, dan antioksidan (dikenal sebagai salah satu tanaman paling bergizi di dunia).

Sangat kaya vitamin, mineral, dan antioksidan. Meningkatkan daya tahan tubuh. Membantu mengontrol kadar gula darah. Membantu menurunkan kadar kolesterol. Meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Mencegah anemia karena kaya zat besi. Bersifat antiinflamasi dan antioksidan.

Langkah Pengolahan

Petik daun kelor segar, cuci bersih, lalu masak sebagai sayur bening. Bisa juga dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk untuk diseduh sebagai teh atau dicampurkan ke makanan.

Dosis & Aturan Pakai

Daun segar dapat dikonsumsi sebagai sayur; serbuk daun kering umumnya 2 – 5 g/hari.

Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan. Ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi akar dan kulit batang kelor.

Kelor berasal dari wilayah kaki Pegunungan Himalaya di India bagian utara. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai negara tropis termasuk Indonesia. Karena kandungan gizinya yang sangat tinggi, kelor dikenal sebagai salah satu tanaman paling bergizi di dunia.

Di India, kelor dijuluki sebagai "Miracle Tree" atau "Pohon Ajaib". Masyarakat setempat percaya bahwa tanaman ini memiliki ratusan manfaat kesehatan. Di Indonesia sendiri, kelor telah lama digunakan sebagai sayuran, obat tradisional, dan bagian dari berbagai tradisi budaya.

Kelor merupakan tanaman perdu atau pohon kecil yang dapat tumbuh hingga 7–12 meter. Daunnya majemuk, kecil-kecil, berbentuk bulat telur, dan berwarna hijau cerah. Bunga kelor berwarna putih kekuningan dan beraroma harum.

● Nama lain dalam TCM: 辣木叶 (lamuye) ● Ordo: Brassicales ● Famili: Moringaceae ● Sifat dan rasa: manis, netral ● Khasiat utama: menambah nutrisi, memperkuat tubuh, membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Organisasi kesehatan dan gizi internasional banyak memanfaatkan daun kelor untuk membantu mengatasi masalah kekurangan gizi di berbagai negara berkembang.

Ditanam dari biji atau stek batang pada tanah gembur dengan sinar matahari penuh. Tanaman tumbuh cepat, daunnya dapat mulai dipanen setelah 2 – 3 bulan.

Delfi Vijja Paramita
B.A., Br.M., CDME.Hc.
CDC® — List Herbal untuk Website (Dokumen Museum Herbal)