JAHE
Zingiber officinale Roscoe
Jahe merupakan tanaman rempah asal Asia Tenggara yang telah dibudidayakan selama ribuan tahun dan menyebar ke Tiongkok, India, Timur Tengah, hingga Eropa. Di Indonesia, jahe digunakan sebagai bumbu dapur, bahan jamu tradisional, dan tanaman obat keluarga (TOGA). Tanaman herba tahunan ini tumbuh setinggi 50 –100 cm dengan daun berbentuk lanset hijau. Bagian yang dimanfaatkan adalah rimpangnya yang bercabang, berwarna kuning hingga cokelat muda, beraroma khas dan berasa pedas.
Eksplorasi Informasi Lengkap:
Dalam TCM, jahe bersifat pedas dan hangat, masuk ke meridian paru, limpa, dan lambung. Berkhasiat menghangatkan tubuh, mengusir angin dingin, menghentikan mual, meredakan batuk, dan membantu pencernaan.
Gingerol senyawa aktif yang bersifat antiinflamasi.
Mengatasi mual dan muntah (mabuk perjalanan, kehamilan, pasca operasi). Meredakan masuk angin, pilek, dan flu. Membantu pencernaan dan mengurangi perut kembung. Mengurangi nyeri sendi dan rematik (kandungan gingerol). Meningkatkan sirkulasi darah dan memberi sensasi hangat. Meningkatkan daya tahan tubuh (antioksidan). Membantu mengontrol gula darah.
Langkah Pengolahan
Cuci bersih rimpang jahe, memarkan atau iris tipis, lalu rebus dengan air hingga mendidih selama 10 – 15 menit. Saring dan minum air rebusannya hangat, dapat ditambah madu atau gula secukupnya.
Dosis & Aturan Pakai
Rebusan 3 –10 g/hari; jahe segar 10–30 g/hari; tincture 1–4 ml.
Penderita gangguan lambung berat sebaiknya mengonsumsi jahe dalam jumlah wajar. Pengguna obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi jahe dosis tinggi. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan rasa panas pada lambung atau mulut.
Jahe merupakan tanaman rempah yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Tanaman ini kemudian menyebar ke Tiongkok, India, Timur Tengah, hingga Eropa melalui jalur perdagangan rempah. Di Indonesia, jahe telah lama digunakan sebagai bumbu dapur, bahan jamu tradisional, serta tanaman obat keluarga (TOGA).
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok diceritakan bahwa pada masa Dinasti Han, para tabib menemukan bahwa para pekerja yang rutin meminum rebusan jahe lebih tahan terhadap udara dingin dan jarang terserang penyakit. Sejak saat itu, jahe dikenal sebagai tanaman yang dapat "mengusir dingin" dan menjaga kesehatan tubuh selama musim dingin. Kisah tersebut membuat jahe menjadi salah satu bahan obat dan makanan yang sangat dihargai dalam budaya Tiongkok.
Jahe merupakan tanaman herba tahunan dengan tinggi sekitar 50–100 cm. Batangnya tegak dan semu, tersusun dari pelepah daun. Daunnya berbentuk lanset memanjang berwarna hijau. Bagian yang dimanfaatkan adalah rimpangnya yang bercabang-cabang, berwarna kuning hingga cokelat muda, beraroma khas dan memiliki rasa pedas. Bunga jahe berbentuk bulir dengan warna hijau kekuningan hingga keunguan.
● Nama lain dalam TCM: 生姜 (shengjiang), 干姜 (ganjiang) ● Ordo: Zingiberales ● Famili: Zingiberaceae ● Sifat dan rasa (TCM): pedas, hangat ● Meridian yang dimasuki: paru, limpa, lambung ● Khasiat utama dalam TCM: menghangatkan tubuh, mengusir angin dingin,menghentikan mual, meredakan batuk, dan membantu pencernaan.
Selain sebagai tanaman obat, jahe juga merupakan rempah penting dalam berbagai masakan Indonesia dan Tiongkok. Jahe digunakan untuk menghilangkan bau amis, memberikan rasa hangat, serta meningkatkan aroma makanan dan minuman seperti wedang jahe, bandrek, dan sup tradisional.
Ditanam dari potongan rimpang bertunas, pada tanah gembur dan lembap dengan naungan sebagian. Panen dapat dilakukan setelah 9 – 10 bulan tanam.
B.A., Br.M., CDME.Hc.
CDC® — List Herbal untuk Website (Dokumen Museum Herbal)