Informasi Tanaman

KUMIS KUCING

Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.

Kumis kucing merupakan tanaman asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia, banyak tumbuh di daerah tropis dan telah lama digunakan sebagai peluruh air seni dalam pengobatan tradisional. Merupakan tanaman perdu setinggi 50 – 150 cm dengan daun lonjong bertepi bergerigi, dan bunga putih hingga ungu pucat...

Kumis kucing merupakan tanaman asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia, banyak tumbuh di daerah tropis dan telah lama digunakan sebagai peluruh air seni dalam pengobatan tradisional. Merupakan tanaman perdu setinggi 50 – 150 cm dengan daun lonjong bertepi bergerigi, dan bunga putih hingga ungu pucat berbenang sari panjang menyerupai kumis kucing (asal nama tanaman).

Baca selengkapnya
Foto Tanaman Foto KUMIS KUCING

Model 3D Belum Tersedia

Kami sedang dalam proses mengumpulkan atau memindai model 3D untuk tanaman KUMIS KUCING.

Eksplorasi Informasi Lengkap:

Bersifat sedikit pahit dan sejuk; berkhasiat melancarkan buang air kecil, membantu mengeluarkan batu saluran kemih, dan membersihkan panas.

Senyawa dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi (dikenal sebagai "Java Tea" di Eropa).

Melancarkan buang air kecil. Menjaga kesehatan ginjal. Mencegah pembentukan batu saluran kemih. Mengurangi pembengkakan akibat retensi cairan. Membantu mengontrol tekanan darah. Bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Membantu mengeluarkan asam urat melalui urin.

Langkah Pengolahan

Cuci bersih daun kumis kucing kering, lalu rebus dengan air hingga mendidih dan volume air menyusut. Saring dan minum air rebusannya sesuai anjuran.

Dosis & Aturan Pakai

Daun kering sebanyak 5 – 10 gram direbus dengan air dan diminum 1–2 kali sehari.

Penggunaan pada penderita gangguan ginjal berat harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Kumis kucing merupakan tanaman asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah tropis dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai peluruh air seni.

Masyarakat Jawa sejak dahulu memanfaatkan kumis kucing sebagai ramuan tradisional untuk membantu melancarkan buang air kecil dan menjaga kesehatan ginjal. Bentuk bunganya yang menyerupai kumis kucing menjadi asal nama tanaman ini.

Kumis kucing merupakan tanaman perdu dengan tinggi sekitar 50–150 cm. Daunnya berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi. Bunganya berwarna putih hingga ungu pucat dengan benang sari yang panjang menyerupai kumis kucing.

● Nama lain dalam TCM: 猫须草 (maoxucao) ● Ordo: Lamiales ● Famili: Lamiaceae ● Sifat dan rasa: sedikit pahit, sejuk ● Khasiat utama: melancarkan buang air kecil, membantu mengeluarkan batu saluran kemih, dan membersihkan panas.

Di Eropa, kumis kucing dikenal sebagai "Java Tea" karena berasal dari Pulau Jawa dan sering dikonsumsi sebagai teh herbal.

Ditanam dari stek batang pada tanah gembur dan lembap dengan sinar matahari cukup. Daun mulai dapat dipanen setelah tanaman berumur sekitar 3 – 4 bulan.

Delfi Vijja Paramita
B.A., Br.M., CDME.Hc.
CDC® — List Herbal untuk Website (Dokumen Museum Herbal)