KUNYIT
Curcuma longa L.
Kunyit merupakan tanaman rimpang dengan sejarah panjang, dikenal sebagai obat berkhasiat sejak sekitar 4000 tahun lalu. Di Asia Tenggara, kunyit digunakan sebagai bumbu dasar masakan sekaligus komponen ritual keagamaan. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Turmeric atau Indian Saffron, tumbuh liar di hutan-hutan Asia Selatan seperti India, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan kawasan Asia Pasifik. Kunyit memiliki daun hijau sepanjang 30 – 60 cm menyerupai daun pisang, bunga berwarna merah dan putih, serta rimpang (akar) berwarna kuning, berlekuk dan melingkar seperti jahe.
Eksplorasi Informasi Lengkap:
Menurut Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), kunyit bersifat pedas dan pahit, cenderung dingin (ada pendapat lain menyebut hangat), berkhasiat melancarkan peredaran darah dan qi, melancarkan meridian, serta meredakan nyeri.
Curcumin, senyawa aktif utama yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan kuat.
Meredakan nyeri sendi dan peradangan kronis (efek curcumin sebagai antiinflamasi). Membantu meredakan perasaan tertekan/depresi. Membantu mengontrol kadar gula darah dan mencegah resistensi insulin (baik untuk diabetes). Menghambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan sistem imun. Merawat kesehatan kulit, mengurangi kemerahan dan iritasi. Meningkatkan fungsi otak dan daya ingat. Membantu mencegah penyakit Alzheimer. Membantu meredakan gejala asma. Membantu melawan pilek, batuk, dan flu. Membantu menurunkan berat badan dengan melancarkan aliran empedu.
Dosis referensi: 3 – 10 g (rebusan); tincture 1 – 4 ml. Perhatian: dapat memicu alergi kulit; hati-hati bagi penderita batu empedu atau yang mengonsumsi obat pengencer darah.
Langkah Pengolahan
Cuci bersih rimpang kunyit, iris tipis, lalu rebus dengan air hingga mendidih. Saring air rebusannya dan minum selagi hangat. Untuk pemakaian luar, kunyit dapat dihaluskan dan dioleskan pada bagian tubuh yang memar atau nyeri.
Dosis & Aturan Pakai
3–10 gram rimpang kering per hari (rebusan); tincture 1–4 ml.
Dapat memicu reaksi alergi kulit (gatal, ruam ringan), terutama bila dioleskan. Konsumsi dosis tinggi terus-menerus dapat membebani lambung/hati, menyebabkan dehidrasi dan sembelit; tidak dianjurkan bagi penderita batu empedu. Konsultasikan dengan dokter bila sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti Aspirin.
Kunyit merupakan tanaman dengan sejarah yang panjang. Rimpang ini sudah dikenal sebagai obat berkhasiat sejak sekitar 4000 tahun yang lalu. Di Asia Tenggara, kunyit digunakan tidak hanya sebagai bumbu dasar masakan, namun juga sebagai komponen dari ritual-ritual agama. Tanaman yang dalam bahasa Inggris disebut Turmeric atau Indian Saffron ini tumbuh secara liar di hutan-hutan Asia bagian Selatan seperti India, Indonesia, Vietnam, Thailand dan kawasan Asia Pasifik lainnya.
Pada zaman dahulu, di pegunungan tinggal seorang pemburu muda bersama ibunya. Suatu hari, saat mengejar hewan buruan, ia terjatuh dari gunung dan mengalami luka berat. Karena keluarganya miskin dan tidak mampu berobat, ia hanya bisa pulang dan terbaring di rumah. Mengingat dirinya tidak bisa merawat ibu yang sudah tua, malah harus dirawat oleh ibu yang tubuhnya lemah, sang pemburu menjadi sangat gelisah dan kehilangan nafsu makan. Melihat hal itu, ibunya sangat cemas dan berusaha membuat makanan lezat agar anaknya mau makan. Walaupun di rumah ada daging buruan, sang anak tetap tidak berselera dan enggan makan. Di pegunungan terdapat tanaman herba bernama kunyit. Sang ibu mendengar dari tetangga bahwa tanaman ini adalah bumbu masak yang dapat meningkatkan nafsu makan, sehingga ia pun pergi ke gunung untuk memanennya. Ibu tersebut memasukkan kunyit ke dalam masakan. Karena aromanya yang khas, sang pemburu muda akhirnya berselera makan. Anehnya, setelah memakan masakan kunyit, luka dan penyakit pada tubuh sang pemburu berangsur membaik dari hari ke hari, bahkan dalam waktu kurang dari setengah bulan ia sembuh total. Kisah ini pun menyebar luas, hingga orang-orang di sekitar mengetahui bahwa kunyit dapat mengobati luka benturan, memar, dan nyeri.
Kunyit memiliki daun hijau, panjang sekitar 30–60 cm, dengan urat miring menyerupai daun pisang merah namun lebih kecil. Bunganya berwarna merah dan putih, layu menjelang pertengahan musim gugur, dan tidak berbuah. Akarnya berwarna kuning, berlekuk dan melingkar seperti jahe, berbentuk bulat dan beruas. Akar dipanen pada bulan Agustus, diiris dan dijemur untuk digunakan.
● Nama lain dalam TCM: 郁金 yujin, 、宝鼎香 baodingxiang, 、黄姜 kunyit kuning, dan lain-lain. ● Ordo: Zingiberales. ● Famili: Zingiberaceae. ● Sifat dan rasa (TCM): pedas dan pahit, bersifat sangat dingin (ada pendapat lain yang menyebutkan bersifat hangat). ● Khasiat utama dalan TCM: melancarkan peredaran darah dan qi, melancarkan meridian, serta meredakan nyeri.
Kunyit adalah bahan obat Tiongkok yang umum digunakan, sekaligus rempah untuk menambah aroma dan warna saat memasak daging. Contohnya bubuk kari yang umum digunakan di India dibuat dari banyak bubuk kunyit, lada putih, cabai, adas kecil, dan bahan lainnya, dengan cita rasa lembut, kaya, dan aroma yang kuat.
Ditanam dari potongan rimpang yang memiliki mata tunas, pada tanah gembur dan subur dengan sinar matahari cukup. Rimpang dapat dipanen setelah 8 –10 bulan tanam, biasanya sekitar bulan Agustus.
B.A., Br.M., CDME.Hc.
CDC® — List Herbal untuk Website (Dokumen Museum Herbal)