PARE
Momordica charantia L.
Eksplorasi Informasi Lengkap:
Bersifat pahit dan dingin; berkhasiat membersihkan panas, menurunkan kadar gula darah, dan meningkatkan nafsu makan.
Kaya vitamin C dan vitamin A, serta senyawa pahit yang berperan menurunkan gula darah.
Membantu mengontrol kadar gula darah. Kaya antioksidan pelindung sel tubuh. Meningkatkan daya tahan tubuh. Menjaga kesehatan hati. Memperlancar pencernaan. Membantu menjaga berat badan. Mengandung vitamin C dan vitamin A yang baik untuk kesehatan.
Langkah Pengolahan
Cuci bersih buah pare, belah dan buang bijinya, lalu iris tipis untuk dimasak sebagai sayur (misal tumis atau sup), atau diblender menjadi jus dengan tambahan air.
Dosis & Aturan Pakai
Buah segar dapat dikonsumsi sebagai sayur; jus pare sebaiknya tidak lebih dari 50 – 100 ml per hari.
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Penderita diabetes yang menggunakan obat penurun gula darah perlu berhati-hati karena pare dapat memperkuat efek obat. Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi dalam jumlah besar.
Pare diperkirakan berasal dari India dan daerah tropis Asia. Tanaman ini telah lama dibudidayakan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, Tiongkok, dan India sebagai sayuran sekaligus tanaman obat.
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, pare telah digunakan selama ratusan tahun untuk membantu membersihkan panas dalam tubuh. Rasa pahitnya dipercaya mampu membantu menyeimbangkan kondisi tubuh dan menjaga kesehatan.
Pare merupakan tanaman merambat dengan batang lunak dan sulur. Buahnya berbentuk lonjong dengan permukaan bergelombang dan berwarna hijau ketika muda. Saat matang, buah berubah menjadi kuning atau jingga.
● Nama lain dalam TCM: 苦瓜 (kugua) ● Ordo: Cucurbitales ● Famili: Cucurbitaceae ● Sifat dan rasa: pahit, dingin ● Khasiat utama: membersihkan panas, membantu menurunkan kadar gula darah, dan meningkatkan nafsu makan.
Di Tiongkok, pare sering digunakan dalam sup herbal untuk membantu mengurangi panas dalam, terutama saat musim panas.
Ditanam dari biji pada tanah gembur dengan lanjaran/para-para untuk merambat, membutuhkan sinar matahari penuh. Buah dapat dipanen setelah 2 – 3 bulan tanam.
B.A., Br.M., CDME.Hc.
CDC® — List Herbal untuk Website (Dokumen Museum Herbal)