Informasi Tanaman

SAMBILOTO

Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees

Sambiloto berasal dari India dan Sri Lanka, menyebar ke berbagai negara Asia tropis termasuk Indonesia, Tiongkok, Thailand, dan Malaysia. Telah digunakan berabad-abad dalam pengobatan Ayurveda dan TCM, dijuluki "King of Bitters" karena rasanya yang sangat pahit. Merupakan tanaman herba teg...

Sambiloto berasal dari India dan Sri Lanka, menyebar ke berbagai negara Asia tropis termasuk Indonesia, Tiongkok, Thailand, dan Malaysia. Telah digunakan berabad-abad dalam pengobatan Ayurveda dan TCM, dijuluki "King of Bitters" karena rasanya yang sangat pahit. Merupakan tanaman herba tegak setinggi 30 – 90 cm, berbatang hijau tua segi empat dan bercabang banyak, berdaun lanset dengan rasa sangat pahit.

Baca selengkapnya
Foto Tanaman Foto SAMBILOTO

Model 3D Belum Tersedia

Kami sedang dalam proses mengumpulkan atau memindai model 3D untuk tanaman SAMBILOTO.

Eksplorasi Informasi Lengkap:

Bersifat pahit dan dingin; berkhasiat membersihkan panas, menghilangkan racun, meredakan radang, dan membantu mengatasi infeksi.

Andrografolid (senyawa pahit khas sambiloto dengan aktivitas antibakteri dan antivirus).

Meningkatkan daya tahan tubuh. Meredakan gejala flu dan pilek. Mengurangi peradangan. Memiliki aktivitas antibakteri, antivirus, dan antioksidan. Membantu mengontrol kadar gula darah. Menjaga kesehatan hati. Meredakan sakit tenggorokan.

Langkah Pengolahan

Cuci bersih herba sambiloto kering (batang dan daun), lalu rebus dengan air hingga mendidih. Saring dan minum air rebusannya sesuai kebutuhan.

Dosis & Aturan Pakai

Herba kering sebanyak 3 – 9 gram direbus dan diminum sesuai kebutuhan.

Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual dan diare. Tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Penderita penyakit autoimun sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi sambiloto.

Sambiloto berasal dari India dan Sri Lanka, kemudian menyebar ke berbagai negara Asia tropis termasuk Indonesia, Tiongkok, Thailand, dan Malaysia. Tanaman ini telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Ayurveda dan TCM.

Karena rasanya yang sangat pahit, masyarakat Tiongkok menyebut sambiloto sebagai "King of Bitters". Meskipun pahit, tanaman ini sangat dihargai karena dipercaya mampu membantu tubuh melawan berbagai penyakit.

Sambiloto merupakan tanaman herba tegak dengan tinggi sekitar 30–90 cm. Batangnya berwarna hijau tua, berbentuk segi empat, dan bercabang banyak. Daunnya berbentuk lanset dengan rasa yang sangat pahit.

● Nama lain dalam TCM: 穿心莲 (chuanxinlian) ● Ordo: Lamiales ● Famili: Acanthaceae ● Sifat dan rasa: pahit, dingin ● Khasiat utama: membersihkan panas, menghilangkan racun, meredakan radang, dan membantu mengatasi infeksi.

Dalam TCM, sambiloto sering digunakan untuk membantu mengatasi infeksi saluran pernapasan bagian atas dan kondisi panas dalam.

Ditanam dari biji atau stek batang pada tanah gembur dengan sinar matahari cukup. Tanaman dapat dipanen (batang dan daun) setelah berumur sekitar 3 – 4 bulan, sebelum atau saat mulai berbunga.

Delfi Vijja Paramita
B.A., Br.M., CDME.Hc.
CDC® — List Herbal untuk Website (Dokumen Museum Herbal)